Jumat, 27 September 2013

fungsi dan peranan bank

h1

Fungsi dan Peranan Bank Secara Umum

Fungsi Bank
1. Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
a. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
b. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
c. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam) dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet.
2. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.
3. Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.
Adapun secara spesifik bank bank dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.
1. Penyalur/pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti
1. Agent Of Trust
Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan  kepercayaan ini akan terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan untuk baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut.
2. Agent Of Development
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.
3. Agent Of Services
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.
Peran Bank
Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan, yaitu :
1. Pengalihan Aset (asset transmutation)
Yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit devisit. Dimana sumber dana yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank berperan sebagai pangalih aset yang likuid dari unit surplus (lender) kepada unit defisit (borrower).
2. Transaksi (transaction)
Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak pernah terlepas dari transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang dikeluarkan oleh bank (giro, tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan pengganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
3. Likuiditas (liquidity)
Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya. Produk-produk tersebut masing-masing mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian bank memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak yang mengalami kekurangan likuiditas.
4. Efisiensi (efficiency)
Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan pengguna modal tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris (asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif tersebut. Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak yang saling berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadi efisiensi biaya ekonomi.
PERAN BANK INDONESIA DALAM STABILITAS KEUANGAN
Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan, tidak akan banyak artinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilitas moneter dan stabilitas keuangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan moneter memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas keuangan begitu pula sebaliknya, stabilitas keuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter. Sistem keuangan merupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter, sehingga bila terjadi ketidakstabilan sistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter tidak dapat berjalan secara normal. Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan akibat tidak efektifnya fungsi sistem keuangan. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa stabilitas sistem keuangan juga masih merupakan  tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia.
Pertanyaannya, bagaimana peranan Bank Indonesia dalam memelihara stabilitas sistem keuangan? Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang mencakup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu adalah:
Pertama, Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia dituntut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan berimbang. Hal ini mengingat gangguan stabilitas moneter memiliki dampak langsung terhadap berbagai aspek ekonomi.  Kebijakan moneter melalui penerapan suku bunga yang terlalu ketat, akan cenderung bersifat mematikan kegiatan ekonomi. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menciptakan stabilitas moneter, Bank Indonesia telah menerapkan suatu kebijakan yang disebut inflation targeting framework.
Kedua, Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan seperti itu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi. Seperti halnya di negara-negara lain, sektor perbankan memiliki pangsa yang dominan dalam sistem keuangan. Oleh sebab itu, kegagalan di sektor ini dapat menimbulkan ketidakstabilan keuangan dan mengganggu perekonomian. Untuk mencegah terjadinya kegagalan tersebut, sistem pengawasan dan kebijakan perbankan yang efektif haruslah ditegakkan. Selain itu, disiplin pasar melalui kewenangan dalam pengawasan dan pembuat kebijakan serta penegakan hukum (law enforcement) harus dijalankan. Bukti yang ada menunjukkan bahwa negara-negara yang menerapkan disiplin pasar, memiliki stabilitas sistem keuangan yang kokoh. Sementara itu, upaya penegakan hukum (law enforcement) dimaksudkan untuk melindungi perbankan dan stakeholder serta sekaligus mendorong kepercayaan terhadap sistem keuangan. Untuk menciptakan stabilitas di sektor perbankan secara berkelanjutan, Bank Indonesia telah menyusun Arsitektur Perbankan Indonesia dan rencana implementasi Basel II.
Ketiga, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut dapat menimbulkan risiko yang bersifat menular (contagion risk) sehingga menimbulkan gangguan yang bersifat sistemik. Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat. Antara lain dengan menerapkan sistem pembayaran yang  bersifat real time atau dikenal dengan nama sistem RTGS (Real Time Gross Settlement) yang dapat lebih meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem pembayaran. Sebagai otoritas dalam sistem pembayaran, Bank Indonesia memiliki informasi dan keahlian untuk mengidentifikasi risiko potensial dalam sistem pembayaran.
Keempat, melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melalui pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan. Melalui riset, Bank Indonesia dapat mengembangkan instrumen dan indikator macroprudential untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan. Hasil riset dan pemantauan tersebut, selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi otoritas terkait dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meredam gangguan dalam sektor keuangan.
Kelima, Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistim keuangan melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis yang bersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat diterapkan pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer namun masih memiliki kemampuan untuk membayar kembali. Dalam menjalankan fungsinya sebagai LoLR,  Bank Indonesia harus menghindari terjadinya moral hazard. Oleh karena itu, pertimbangan risiko sistemik dan persyaratan yang ketat harus diterapkan dalam penyediaan likuiditas tersebut.

Senin, 02 September 2013

Renungan harian kristen, hari ini .. ..



Renungan Harian Kristen - 02 September 2013

Hukum Gema Kehidupan

Bacaan: Lukas 6:37-42

Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi.- Lukas 6:37


Sesekali pergilah ke sebuah gua untuk melihat seperti apa hukum gema berlaku. Ketika Anda mulai mengucapkan sesuatu dengan suara yang keras, apa yang Anda ucapkan akan kembali sama persis. Misalnya Anda berteriak,”Aku cinta padamu...” segera sesudah itu Anda akan mendengar suara yang sama, “Aku cinta padamu... Aku cinta padamu ... cinta padamu.”
Demikian juga hukum gema ini berlaku dalam kehidupan. Kita akan mendapatkan kembali tepat apa yang kita berikan. Semuanya pasti kembali lagi, bahkan kadangkala dalam ukuran yang lebih besar daripada yang kita berikan. Tepat seperti apa yang dikatakan Tuhan Yesus dalam salah satu pengajaranNya yang sangat terkenal, “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum, ampunilah maka kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi...” Perlakukanlah orang lain seperti Anda ingin diperlakukan!
Hukum gema ini akan berlaku dalam keluarga. Jika Anda menginginkan suami Anda baik, tak berlaku kasar, mengasihi dengan tulus dan kebaikan-kebaikan yang lain, mulailah lebih dulu melakukan hal-hal itu sebagai seorang istri. Jika Anda menginginkan orang lain berbuat baik dengan Anda, mulailah Anda menabur kebaikan lebih dulu. Jika menginginkan orang lain menghargai dan menghormati Anda, tentu Anda harus mulai bersikap menghargai dan menghormati lebih dulu. Seorang anak akan menggemakan orang tuanya. Seorang murid akan menggemakan gurunya. Tentu saja seorang jemaat akan menggemakan pendetanya.
Sebaliknya kalau ingin melihat perlakuan-perlakuan buruk menimpa Anda, saya berikan resep yang sangat mudah sekaligus manjur, mulailah memperlakukan orang lain dengan buruk. Ingat, hukum gema akan selalu berlaku secara konsisten. Tahu kebenaran ini seharusnya kita akan lebih hati-hati dalam kehidupan ini. Lebih hati-hati dengan apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan. Karena pada gilirannya kita pasti akan menerima kembali sama persis dengan apa yang kita berikan, tentu saja kita akan menerima kembali beserta bunganya juga. Mirip dengan hukum tabur tuai, demikian juga hukum gema ini akan berlaku. Apa yang kita tabur pasti akan kita tuai. Apa yang kita gemakan pasti akan kembali pada diri kita.
Hari ini Anda ingin diperlakukan seperti apa? Lakukanlah lebih dulu hal itu kepada seseorang.

Kamis, 22 Agustus 2013

renungan harian kristen, hari ini .. ..



Renungan Harian Kristen - 22 Agustus 2013

Perbedaan

Bacaan: I Korintus 12:12-31

Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.- I Korintus 12:20


Perbedaan tak seharusnya menghalangi kita menjadi sebuah tim yang solid. Karena memang sebuah tim dibentuk atas dasar kesatuan dan bukan keseragaman. Sesungguhnya saya bersyukur di tempatkan Tuhan di sebuah gereja yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, latar belakang dan status sosial yang berbeda-beda. Komunitas yang menurut saya sangat unik karena begitu banyaknya perbedaan. Ada orang Batak, Dayak, Ambon, NTT, Jawa dan saya sendiri adalah keturunan Cina. Meski kami punya perbedaan-perbedaan yang sangat mencolok, tapi itu tak pernah menghalangi kesatuan dan suasana kekeluargaan di gereja kami. Dari situlah saya belajar bahwa perbedaan tak seharusnya menghalangi kita menjadi satu tim.
Tim Yesus pun unik, bahkan semakin beragam lagi. Murid Yesus ada yang dari kelompok nelayan sederhana seperti Petrus, Andreas, Yohanes, dll, namun di sisi lain ada juga murid Yesus yang berasal dari golongan terpelajar macam Yudas Iskaryot, atau Nathanael. Lebih unik lagi kalau kita menyorot murid Yesus yang bernama Simon orang Zelot. Kalau kita belajar sejarah, maka kita akan tahu bahwa orang-orang Zelot dikenal sebagai kelompok pemberontak yang anti penjajahan Romawi. Sementara itu juga Yesus mengajak Matius si pemungut cukai untuk menjadi muridNya. Dari profesinya kita tahu bahwa Matius ini bekerja untuk penjajah Romawi. Bisa bayangkan bagaimana kalau Simon yang anti penjajah duduk bersebelahan dengan Matius yang bekerja untuk penjajah? Meski latar belakang sangat bertolak belakang, tapi toh mereka jadi satu tim yang hebat.
Patut disayangkan kalau membiarkan gereja Tuhan tak bisa bersatu hanya karena sebuah perbedaan. Yang lebih menyedihkan adalah melihat kenyataan bahwa di gereja Tuhan masih juga terdapat kasta-kasta. Si kaya kumpul dengan si kaya, sementara si miskin merasa senasib sepenanggungan dengan si miskin. Si kaya terlalu gengsi kalau duduk semeja dengan si miskin, sebaliknya si miskin juga merasa minder dan tak nyaman jika bersama dengan si kaya. Mungkin tak hanya kasta yang terdapat dalam gereja, tapi disadari atau tidak kadangkala dalam sebuah gereja masih terdapat diskriminasi ras. Kiranya tulisan-tulisan ini menjadi introspeksi bagi kita, di samping itu menjadi pelecut agar kita mendobrak semua tembok-tembok yang selama ini menghalangi kita untuk bersatu. Perbedaan bukan menjadi penghalang bagi sebuah kesatuan, sebaliknya perbedaan akan memperkaya sebuah tim.
Bangunlah hubungan dengan seseorang yang memiliki kehidupan yang sangat bertolak belakang dengan Anda

Senin, 05 Agustus 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..

Renungan Harian Kristen - 05 Agustus 2013

Kultus Individu

Bacaan: Keluaran 20:1-17

Jangan ada padamu Allah lain di hadapanKu- Keluaran 20:3


Jangan idolakan manusia kalau tak ingin kecewa. Tak perlu disebutkan lagi banyaknya orang Kristen yang akhirnya mundur dan meninggalkan Tuhan gara-gara kecewa dengan pendeta atau pemimpin rohani yang selama ini ia idolakan. Namanya saja manusia, serohani apapun juga tentu ada sisi-sisi kelemahan yang terdapat padanya. Maka orang kristen yang yang paling malang adalah mereka yang mengagumi seorang pemimpin rohani secara berlebihan bahkan sudah mengkultuskannya.
Sikapnya ini sungguh terlihat jelas. Biasanya ia akan memuji setinggi langit dan seolah-olah tidak ada yang lebih baik dari pendetanya. Karena terlanjur mengkultuskannya, maka ia tak ‘kan pernah mau mendengar khotbah dari pendeta lain kecuali pendetanya itu karena merasa bahwa khotbahnya lah yang paling berbobot, berisi, dan penuh dengan urapan Tuhan, sementara pendeta lain tidak. Tak mau didoakan oleh orang lain, alasannya sederhana, karena tidak ada doa semanjur doa pendetanya itu.
Jika kekristenan kita sudah mengarah ke tanda-tanda seperti itu, maka sudah bisa ditebak bahwa kita sudah terjebak dengan mengkultuskan individu. Dan orang Kristen yang seperti ini tinggal tunggu waktu saja. Sedikit saja, si pendeta buat kesalahan maka orang itu akan menjadi sangat kecewa dan tak perlu heran kalau ia kemudian dengan mudahnya meninggalkan Tuhan.
Sesungguhnya tidak ada pemimpin yang sempurna. Pemimpin-pemimpin besar yang dicatat oleh Alkitab juga tidak sempurna. Abraham tidak sabar menunggu janji Allah. Musa terlampau dikuasai kemarahan sehingga tak bisa masuk ke tanah perjanjian. Daud terlibat skandal memalukan dengan Batsyeba. Salomo membiarkan dirinya terpikat dengan seribu isterinya. Simson yang tak tahan dengan kerlingan mata Delila.
Jadi, jangan mengidolakan apalagi mengkultuskan manusia, sebab suatu saat kita pasti kecewa jika mendapati setitik kesalahan yang diperbuatnya. Karena bagaimanapun juga mereka tetaplah manusia biasa seperti kita yang bisa berbuat kesalahan.
Bebaskan diri dari pengkultusan individu.

Rabu, 31 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari Ini .. ..



Renungan Harian Kristen - 01 Agustus 2013

Pendidikan Anak

Bacaan: Amsal 29:17; 22:6

Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu...- Amsal 29:17


Selama ini saya selalu berpikir bahwa bunuh diri sebagai “jalan keluar” dari masalah hidup yang dialaminya adalah tindakan bodoh yang dilakukan seseorang yang sudah dewasa. Itu sebabnya saya sangat terkejut dan terenyak ketika mendengar bunuh diri melibatkan anak-anak kecil yang masih polos dan lugu. Ini ancaman tersendiri yang perlu mendapat perhatian khusus mengingat bahwa kasus bunuh diri pada anak-anak ini terjadi susul menyusul pada akhir-akhir ini.
Haryanto, seorang bocah SD di Garut, Jawa Barat mencoba bunuh diri karena malu dan putus asa karena ketidakmampuan keluarganya untuk membayar biaya sekolah yang hanya beberapa ribu rupiah saja. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan, tapi tindakannya telah mengakibatkan brain damage atau kerusakan pada otaknya.
Hari Anak Nasional diwarnai dengan berita menyedihkan. Sembodo, siswa kelas VI SD memilih menggantung diri karena malu sebab biaya sekolahnya sudah nunggak selama sepuluh bulan, meski hanya beberapa ribu rupiah saja.
Berita menyedihkan yang gaungnya masih terdengar adalah tindakan bunuh diri yang dilakukan Eko Hariyanto yang terjadi pada Hari Pendidikan Nasional beberapa waktu yang lalu. Ironis bukan?
Seharusnya kita perlu sedikit merenung untuk menyikapi fenomena bunuh diri yang terjadi pada anak-anak akhir-akhir ini. Tak seharusnya mereka melakukan tindakan bodoh itu. Bagaimanapun juga hal ini telah membuka mata kita bahwa anak-anak juga bisa mengalami masalah, stress, depresi dan merasakan beratnya tekanan hidup. Itu sebabnya sedari sejak kecil kita harus mempersiapkan anak-anak kita menjadi kuat ketika harus menghadapi masalah yang sedang dihadapi.
Tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang tua harus benar-benar berfungsi. Dan yang paling utama adalah menanamkan pengenalan akan Tuhan kepada anak-anak kita sejak mereka masih kecil. Tak hanya orang tua yang harus berperan dalam memberikan pendidikan rohani kepada anak, tapi gereja Tuhan kiranya juga memperhatikan hal ini, sehingga pelayanan anak mendapat prioritas yang cukup penting. Saya berpikir, seandainya anak-anak malang yang nekat bunuh diri itu dibekali dengan pendidikan rohani sedari kecil, tentu kasus menyedihkan ini tak perlu terjadi, sebaliknya mereka akan tetap kuat saat menghadapi masalah.

Ambillah waktu khusus untuk memberi pendidikan rohani kepada anak-anak kita.

Renungan Harian Kristen .. ..



Renungan Harian Kristen - 31 Juli 2013

Doa Puasa

Bacaan: Daniel 9:1-19

Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa ...- Daniel 9:3


Kita tentu sering mendengar orang Kristen yang sedang berpuasa. Ada yang berpuasa dengan tidak - makan dan minum, ada yang pantang makanan kegemarannya, ada yang puasa dengan tidak melakukan aktivitas tertentu, ada yang hanya puasa makan tetapi masih minum dan lain-lainya. Lalu puasa seperti apa yang benar? Tidak ada jenis puasa tertentu yang lebih baik dan lebih rohani daripada jenis puasa yang lain. Yang lebih dipentingkan disini adalah kita mengetahui alasan yang tepat kenapa kita berpuasa.
Berpuasa penting karena menunjukkan kelemahan dan harapan "untuk meraih Tuhan", yang adalah satu-satunya sumber segalanya bagi kita. Iblis tidak bisa tinggal
berlama-lama apabila seseorang berpuasa, karena berpuasa bagi Tuhan akan menciptakan suasana yang betul-betul menghadirkan kekudusan dan menolak yang
tidak kudus. Itulah sebabnya kenapa roh jahat tidak nyaman didekat orang yang berpuasa secara sungguh-sungguh. Mengapa kita berpuasa?
  1. Kita berpuasa sebagai ketaatan akan Firman Aliah. Baca: (Yoel 2:12, II Kor6:4-6)
  2. Untuk merendahkan diri dihadapan Allah dan untuk mendapatkan anugerah dan kuasanya. (Yakobus 4: 10)
  3. Untuk mengakhiri pencobaan-pencobaan yang menghalangi kita untuk masuk dalam kuasa Tuhan. Apabila urapan tidak mengalir dalam kehidupan kita, ini pertanda bahwa kita perlu berpuasa dan berdoa. Lukas 4, Yesus berpuasa dan mengalahkan iblis.
  4. Untuk dimurnikan dari dosa dan memurnikan sesama. Berpuasa adalah proses pembersihan. Berpuasa adalah cara yang membawa kebiasaan buruk kita muncul kepermukaan dan dibersihkan. (Daniel 9:3-5, Yunus 3:5-10)
  5. Kita akan menjadi lemah dan Allah menjadi kuat dalam kita. (II Korl2:9-10)
  6. Untuk mendapatkan pimpinan Tuhan (Kis 13:3-4,14:23)
  7. Untuk mengatasi krisis. (Ester 4:15-16)
  8. Ketika membutuhkan petunjuk dari Allah. Ketika kita membutuhkan petunjuk hidup dari Allah, ketika kita ragu dalam mengambil keputusan, salah satu jalan
    keluar terbaik adalah dengan doa puasa. (Ezra 8:21-23)
  9. Untuk Pemahaman dan penyataan kudus.
Tentukan kapan Anda akan melakukan doa puasa.

Senin, 29 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..



Renungan Harian Kristen - 30 Juli 2013

Menghargai Atasan

Bacaan: Kolose 3:22-25

Taatilah tuanmu yang didunia ini dalam segala hal ... dengan tulus ... - Kolose 3:22


Jika Anda seorang pekerja atau seorang staf dalam sebuah perusahaan, ini adalah soal menghargai atasan! Menghargai atasan jelas beda jauh dengan menjilat atasan jadi jangan berpikir bahwa saya sedang mengajak Anda untuk menyenangk atasan secara berlebihan dengan tendensi-tendensi tertentu. Sejujurnya saya sendiri juga sebal jika melihat seorang karyawan melakukan aksi "Asal Bapak Senang". Senyum yang dibuat-buat, ekspresi wajah yang sengaja dimanis-maniskan, tertawa berlebihan saat mendengar lelucon atasan yang sama sekali tidak lucu, padahal sebenarnya ia tidak melakukan semuanya itu dengan ketulusan.
Menghargai atasan berarti kita menaruh respek dan kepercayaan terhadap seseorang sebagai atasan kita. Kita melakukan pekerjaan dengan kualitas kerja terbaik
karena ada value, baik itu bagi kemajuan perusahaan yang notabene telah menggaji kita, selain itu juga baik bagi kemajuan diri. Bukan sekedar kita ingin atasan
tersenyum lebar dan tertawa senang. Jika motivasi kita hanya asal bapak senang, maka kualitas kerja kita akan menjadi berubah seratus delapan puluh derajat saat
atasan sedang tidak bersama dengan kita. Seperti pepatah kuno berkata, kucing pergi tikus berpesta!
Lakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik, entahkah atasan sedang bersama Anda atau tidak! Itulah orang yang benar-benar menghargai atasan. Untuk melihat
seperti apa Anda yang sebenarnya dalam pekerjaan tidaklah terlalu sulit, yaitu ketika ada atasan yang mengawasi Anda!
Saya tahu persis rasanya jadi seorang atasan. Sebab itu menurut saya seorang atasan akan tahu apakah pekerjanya itu benar-benar menaruh respek dan
menghargainya dengan sungguh-sungguh, ataukah ia hanya sekedar cari muka saja. semakin menghargai atasan dengan sungguh-sungguh, maka ia juga akan menghargai Namun sebaliknya jika kita melakukan aksi Asal Bapak senang, maka ia akan "mentertawakan" kekonyolan sikap kita dan semakin kehilangan respek atas kita. Bagaimanapun juga nilai ketulusan akan terus berlaku! Alkitab pun meneguhkan hal ini, sebagaimana nasihat Paulus kepada jemaat di Kolose, "Hai hamba-hamba taatilah tuanmu yang ada di dunia ini dalam segala hat dan dengan tutus hati karena takut akan Tuhan."
Hari ini Anda bisa bersikap baik dan penuh respek terhadap atasan Anda dengan tulus