Rabu, 31 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari Ini .. ..



Renungan Harian Kristen - 01 Agustus 2013

Pendidikan Anak

Bacaan: Amsal 29:17; 22:6

Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu...- Amsal 29:17


Selama ini saya selalu berpikir bahwa bunuh diri sebagai “jalan keluar” dari masalah hidup yang dialaminya adalah tindakan bodoh yang dilakukan seseorang yang sudah dewasa. Itu sebabnya saya sangat terkejut dan terenyak ketika mendengar bunuh diri melibatkan anak-anak kecil yang masih polos dan lugu. Ini ancaman tersendiri yang perlu mendapat perhatian khusus mengingat bahwa kasus bunuh diri pada anak-anak ini terjadi susul menyusul pada akhir-akhir ini.
Haryanto, seorang bocah SD di Garut, Jawa Barat mencoba bunuh diri karena malu dan putus asa karena ketidakmampuan keluarganya untuk membayar biaya sekolah yang hanya beberapa ribu rupiah saja. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan, tapi tindakannya telah mengakibatkan brain damage atau kerusakan pada otaknya.
Hari Anak Nasional diwarnai dengan berita menyedihkan. Sembodo, siswa kelas VI SD memilih menggantung diri karena malu sebab biaya sekolahnya sudah nunggak selama sepuluh bulan, meski hanya beberapa ribu rupiah saja.
Berita menyedihkan yang gaungnya masih terdengar adalah tindakan bunuh diri yang dilakukan Eko Hariyanto yang terjadi pada Hari Pendidikan Nasional beberapa waktu yang lalu. Ironis bukan?
Seharusnya kita perlu sedikit merenung untuk menyikapi fenomena bunuh diri yang terjadi pada anak-anak akhir-akhir ini. Tak seharusnya mereka melakukan tindakan bodoh itu. Bagaimanapun juga hal ini telah membuka mata kita bahwa anak-anak juga bisa mengalami masalah, stress, depresi dan merasakan beratnya tekanan hidup. Itu sebabnya sedari sejak kecil kita harus mempersiapkan anak-anak kita menjadi kuat ketika harus menghadapi masalah yang sedang dihadapi.
Tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang tua harus benar-benar berfungsi. Dan yang paling utama adalah menanamkan pengenalan akan Tuhan kepada anak-anak kita sejak mereka masih kecil. Tak hanya orang tua yang harus berperan dalam memberikan pendidikan rohani kepada anak, tapi gereja Tuhan kiranya juga memperhatikan hal ini, sehingga pelayanan anak mendapat prioritas yang cukup penting. Saya berpikir, seandainya anak-anak malang yang nekat bunuh diri itu dibekali dengan pendidikan rohani sedari kecil, tentu kasus menyedihkan ini tak perlu terjadi, sebaliknya mereka akan tetap kuat saat menghadapi masalah.

Ambillah waktu khusus untuk memberi pendidikan rohani kepada anak-anak kita.

Renungan Harian Kristen .. ..



Renungan Harian Kristen - 31 Juli 2013

Doa Puasa

Bacaan: Daniel 9:1-19

Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa ...- Daniel 9:3


Kita tentu sering mendengar orang Kristen yang sedang berpuasa. Ada yang berpuasa dengan tidak - makan dan minum, ada yang pantang makanan kegemarannya, ada yang puasa dengan tidak melakukan aktivitas tertentu, ada yang hanya puasa makan tetapi masih minum dan lain-lainya. Lalu puasa seperti apa yang benar? Tidak ada jenis puasa tertentu yang lebih baik dan lebih rohani daripada jenis puasa yang lain. Yang lebih dipentingkan disini adalah kita mengetahui alasan yang tepat kenapa kita berpuasa.
Berpuasa penting karena menunjukkan kelemahan dan harapan "untuk meraih Tuhan", yang adalah satu-satunya sumber segalanya bagi kita. Iblis tidak bisa tinggal
berlama-lama apabila seseorang berpuasa, karena berpuasa bagi Tuhan akan menciptakan suasana yang betul-betul menghadirkan kekudusan dan menolak yang
tidak kudus. Itulah sebabnya kenapa roh jahat tidak nyaman didekat orang yang berpuasa secara sungguh-sungguh. Mengapa kita berpuasa?
  1. Kita berpuasa sebagai ketaatan akan Firman Aliah. Baca: (Yoel 2:12, II Kor6:4-6)
  2. Untuk merendahkan diri dihadapan Allah dan untuk mendapatkan anugerah dan kuasanya. (Yakobus 4: 10)
  3. Untuk mengakhiri pencobaan-pencobaan yang menghalangi kita untuk masuk dalam kuasa Tuhan. Apabila urapan tidak mengalir dalam kehidupan kita, ini pertanda bahwa kita perlu berpuasa dan berdoa. Lukas 4, Yesus berpuasa dan mengalahkan iblis.
  4. Untuk dimurnikan dari dosa dan memurnikan sesama. Berpuasa adalah proses pembersihan. Berpuasa adalah cara yang membawa kebiasaan buruk kita muncul kepermukaan dan dibersihkan. (Daniel 9:3-5, Yunus 3:5-10)
  5. Kita akan menjadi lemah dan Allah menjadi kuat dalam kita. (II Korl2:9-10)
  6. Untuk mendapatkan pimpinan Tuhan (Kis 13:3-4,14:23)
  7. Untuk mengatasi krisis. (Ester 4:15-16)
  8. Ketika membutuhkan petunjuk dari Allah. Ketika kita membutuhkan petunjuk hidup dari Allah, ketika kita ragu dalam mengambil keputusan, salah satu jalan
    keluar terbaik adalah dengan doa puasa. (Ezra 8:21-23)
  9. Untuk Pemahaman dan penyataan kudus.
Tentukan kapan Anda akan melakukan doa puasa.

Senin, 29 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..



Renungan Harian Kristen - 30 Juli 2013

Menghargai Atasan

Bacaan: Kolose 3:22-25

Taatilah tuanmu yang didunia ini dalam segala hal ... dengan tulus ... - Kolose 3:22


Jika Anda seorang pekerja atau seorang staf dalam sebuah perusahaan, ini adalah soal menghargai atasan! Menghargai atasan jelas beda jauh dengan menjilat atasan jadi jangan berpikir bahwa saya sedang mengajak Anda untuk menyenangk atasan secara berlebihan dengan tendensi-tendensi tertentu. Sejujurnya saya sendiri juga sebal jika melihat seorang karyawan melakukan aksi "Asal Bapak Senang". Senyum yang dibuat-buat, ekspresi wajah yang sengaja dimanis-maniskan, tertawa berlebihan saat mendengar lelucon atasan yang sama sekali tidak lucu, padahal sebenarnya ia tidak melakukan semuanya itu dengan ketulusan.
Menghargai atasan berarti kita menaruh respek dan kepercayaan terhadap seseorang sebagai atasan kita. Kita melakukan pekerjaan dengan kualitas kerja terbaik
karena ada value, baik itu bagi kemajuan perusahaan yang notabene telah menggaji kita, selain itu juga baik bagi kemajuan diri. Bukan sekedar kita ingin atasan
tersenyum lebar dan tertawa senang. Jika motivasi kita hanya asal bapak senang, maka kualitas kerja kita akan menjadi berubah seratus delapan puluh derajat saat
atasan sedang tidak bersama dengan kita. Seperti pepatah kuno berkata, kucing pergi tikus berpesta!
Lakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik, entahkah atasan sedang bersama Anda atau tidak! Itulah orang yang benar-benar menghargai atasan. Untuk melihat
seperti apa Anda yang sebenarnya dalam pekerjaan tidaklah terlalu sulit, yaitu ketika ada atasan yang mengawasi Anda!
Saya tahu persis rasanya jadi seorang atasan. Sebab itu menurut saya seorang atasan akan tahu apakah pekerjanya itu benar-benar menaruh respek dan
menghargainya dengan sungguh-sungguh, ataukah ia hanya sekedar cari muka saja. semakin menghargai atasan dengan sungguh-sungguh, maka ia juga akan menghargai Namun sebaliknya jika kita melakukan aksi Asal Bapak senang, maka ia akan "mentertawakan" kekonyolan sikap kita dan semakin kehilangan respek atas kita. Bagaimanapun juga nilai ketulusan akan terus berlaku! Alkitab pun meneguhkan hal ini, sebagaimana nasihat Paulus kepada jemaat di Kolose, "Hai hamba-hamba taatilah tuanmu yang ada di dunia ini dalam segala hat dan dengan tutus hati karena takut akan Tuhan."
Hari ini Anda bisa bersikap baik dan penuh respek terhadap atasan Anda dengan tulus

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..

Renungan Harian Kristen - 29 Juli 2013

Takut Salah

Bacaan: Matius 25:14-30

Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah... - Matius 25:25


Kita takut membuat kesalahan. Karena tidak cukup memiliki keberanian untuk menanggung resiko yang mungkin saja terjadi maka kita tidak berbuat apa-apa.
Akibatnya kita tidak pernah maju dan dari waktu ke waktu kita statis saja. Bisa jadi kita adalah orang yang tak pernah gagal, tapi sayang itu bukan karena kita
hebat, tapi karena kita tidak berbuat apa-apa.
Untuk menggambarkan seperti apa orang yang tidak berbuat apa-apa karena takut membuat kesalahan, kita dapat melihatnya dalam perumpamaan Yesus tentang hamba- hamba yang diberikan sejumlah talenta untuk dikembangkan. Hamba yang ketiga ternyata tidak berbuat apa-apa. Menjadi pertanyaan, mengapa hamba yang ketiga ini tidak berbuat apa-apa? Matius 25:25 menjelaskan, "Karena itu aku takut ..." Selain hamba ini pada dasarnya memang malas, namun ada alasan lain yang membuat ia tak berbuat apa-apa, karena takut membuat kesalahan!
Semua hal di dunia ini selalu mengandung resiko. Belajar renang resikonya tenggelam dan kemasukan air. Belajar sepeda resikonya jatuh dan lecet-lecet.
Belajar bahasa asing resikonya ditertawai karena kosa kata yang belepotan. Belajar nyanyi resikonya semua orang jadi tutup kuping. Namun jika seseorang
berani mengambil resikonya, pasti ia akan berhasil dan selangkah lebih maju. Si penakut akan berkata, "Tak perlu melakukan sesuatu, maka kita tidak akan gagal."
Tak pelak Si Pemberani akan berkata, "Hanya orang yang berjiwa kerdil yang tak pernah membuat kesalahan. Tapi sebenarnya lebih baik mencoba dan gagal, sebab ia bisa belajar dari kegagalannya itu. Lebih baik mencoba dan melakukan kesalahan daripada tidak pernah melakukan kesalahan karena tidak pernah mencobanya."
Sesungguhnya hal ini juga yang seringkali membuat banyak orang Kristen tidak terlibat di dalam pelayanan. Hatinya sebenarnya rindu tapi sayang tak cukup
memiliki keberanian seandainya gagal dalam proses pembelajaran. Namun mulai saat ini belajarlah mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita, meski kita mungkin menemui kegagalan. Belajarlah memimpin doa, inernimpin pujian, menyampaikan Firman Allah, mernimpin sharing, bersaksi atau melakukan apapun juga di dalam pelayanan. Kita tak pernah maju selama kita tidak berani mencoba.
Katakan ya, untuk kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk mulai terlibat di dalam pelayanan.

Sabtu, 27 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..

Renungan Harian Kristen - 27 Juli 2013

Sederet Akibat

Bacaan: Kisah Para Rasul 3:19-21

Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu ... - Kisah 3:21


Masalah gambar diri tidak hanya dihadapi oleh remaja atau anak muda yang sedang mengalami krisis identitas dan yang sedang mencari jati diri saja. Sesungguhnya masalah gambar diri yang rusak bisa saja terjadi dalam kehidupan semua orang tanpa kenal usia. Bahkan mereka yang sudah tua pun kadangkala masih berurusan dengan gambar dirinya yang rusak. Sebagaimana kita tahu bahwa gambar diri yang rusak akan membawa sederet akibat yang tak bisa dipandang ringan.
Yang pertama, gambar diri yang rusak akan merusak penerimaan akan diri sendiri. Biasanya orang-orang ini akan mengalami krisis percaya diri, minder, dihinggapi
rasa malu yang berlebihan, selalu berpikir bahwa dirinya tidak bisa apa-apa dan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain lalu menyimpulkan bahwa dirinya
sungguh orang yang paling malang di dunia ini. Mengasihani diri secara berlebihan!
Yang kedua, gambar diri yang rusak akan membawa seseorang hidup dalam kebencian. Biasanya ini terjadi karena trauma masa lalu yang sangat buruk, entahkah itu pelecehan seksual atau perlakuan-perlakuan negatif yang diterimanya. Tidak bisa berdamai dengan masa lalu dan akhirnya memelihara "sampah" itu sampai kemudian menjadikannya sebagai orang yang penuh kebencian!
Yang ketiga, memiliki gaya hidup negatif dan kebiasaan buruk. Gambar diri yang rusak akan membuat seseorang menjadi negatif dalam memandang hidup, dan akan membuatnya terlibat dengan kebiasaan-kebiasaan buruk, seperti kecanduan akan alkohol, obat bius, pornografi, perselingkuhan, dan dosa-dosa lainnya.
Yang keempat, gambar diri yang rusak akan membuat jiwa menjadi rapuh. Membuat seseorang menjadi terlalu sensitif sehingga sedikit-sedikit akan tersinggung,
marah, benci, dendam dan memiliki sederet problem hati lainnya. jiwa yang rapuh juga akan jelas terlihat saat menghadapi masalah dan pergumulan hidup. Ia akan
gampang frustasi, menyerah kalah, selalu berkata negatif, dan mengalami stress berat, bahkan tak jarang mereka melakukan bunuh diri! Begitu mengerikan akibat-
akibat yang disebabkan oleh gambar diri yang rusak. Karena itu jika kita masih memiliki masalah dengan gambar diri, tidak ada pilihan lain kecuali kita membawa
hidup kita datang kepada Tuhan dan minta supaya Ia memulihkannya.
Carilah orang yang Anda anggap dekat, entahkah itu pasangan hidup, atau teman. Lalu mintalah ia dengan jujur menyebutkan kelemahan , kekurangan, dan kebiasaan- kebiasaan buruk yang perlu Anda rubah.

Jumat, 26 Juli 2013

Renungan Harian Kristen .. ..

Renungan Harian Kristen - 26 Juli 2013

Memberi Waktu

Bacaan: Mazmur 90:1-17

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian hinga kami beroleh hati yang bijaksana.- Mazmur 90:12


Bagaimanakah Anda mendefinisikan waktu? Sebagian orang menganggap waktu adalah uang untuk menggambarkan nilainya yang berharga atau mungkin juga karena adanya waktu yang bisa menghasilkan uang. Ada pula orang yang menganggap waktu adalah kesempatan-kesempatan sepanjang hidup. Yang jelas, sebagaian besar orang pasti akan setuju bahwa waktu sangatlah berharga. Hanya orang-orang bodohlah yang tidak menghargai waktu.
Tuhan pun menghargai waktu. Perhatikan bagaimana Allah mengatur waktuNya saat menciptakan dunia ini. la tidak bekerja serampangan dan tanpa keteraturan.
Segala sesuatunya direncanakan dan dilaksanakan dalam waktu yang teratur. Karya penebusan-Nya, kebangkitan-Nya bahkan kedatangan-Nya kembali sudah diatur waktunya. Bayangkan bila Allah yang hidup dalam kekekalan saja begitu menghargai waktu, bukankah seharusnya terlebih lagi kita yang hidup hanya sementara di dunia ini.
Karena waktu sangatlah berharga, sudah seharusnya kita menggunakan dengan sebaik-baiknya. Semestinya kita memikirkan dan merencanakan penggunaan waktu ibarat kita mengatur uang kita untuk masa depan. Bahkan lebih lagi! Karena hilangnya uang masih mungkin dicari lagi, tetapi hilangnya waktu tidak mungkin
bisa kita dapatkan kembali.
Cobalah memulai hari ini untuk menuliskan apa saja yang perlu Anda lakukan untuk memanfaatkan waktu Anda yang masih tersisa. Pikirkanlah betapa pentingnya kita menyediakan waktu untuk berdoa dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Alkitab jelas merupakan penuntun utama agar hidup kita berkenan kepada Tuhan. Sia-sialah kita hidup di dunia ini bila ternyata pada akhir hidup kita nanti Tuhan membenci perbuatan kita selama hidup di bumi. Setelah itu rencanakanlah kapan Anda akan menyediakan waktu lebih banyak untuk keluarga. Buanglah hal-hal yang selama ini ternyata menyia-nyiakan waktu Anda. Anda tidak akan pernah bisa memberi hadiah yang lebih baik bagi orang yang Anda kasihi selain memberikan waktu Anda. Kita tidak bisa mengasihi orang lain clan Tuhan tanpa memberikan waktu kita bagi mereka. Memberi waktu sama artinya dengan Anda memberikan "jatah umur" hidup Anda yang berharga.
Buktikan kasih kita kepada Tuhan dan sesama dengan memberikan waktu hidup kita yang berharga bagi mereka.

Kamis, 18 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..


Renungan Harian Kristen - 18 Juli 2013

Firman Tuhan

Bacaan: 11 Timotius 3:16; Wahyu 3:19

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar;sebab itu relakanlab batimu dan bertobatlah!- Wahyu 3:19


Seorang gadis yang telah lama mendambakan seorang jodoh suatu hari berdoa kepada Tuhan. Dengan cara yang cukup lucu ia berharap agar Tuhan memberikan tanda melalui Firman Tuhan. Maka ia membuka Alkitab secara acak dan menunjuk salah satu pasal dengan telunjuknya. Hup! Ternyata pasal yang diitemukannya adalah Yesaya 52:13-53:12. Dengan berdebar ia membaca judulnya : Hamba Tuhan yang menderita. Wah, apakah mungkin jodohnya nanti adalah seorang hamba Tuhan? Ketika ia meneruskan membaca dan sampai pada ayat 14 yang berbunyi... begitu buruk rupanya, ia mengerutkan kening dan mulai ragu-ragu. Namun diteruskannya membaca hingga ke pasal 53 :2 lalu ditutupnya Alkitabnya sa be rkata, "Ah, ini pasti salah gara-gara aku sembarangan saja asal tunjuk ayat."
Anda mungkin mentertawakan gadis itu, namun sebenarnya kadang-kadang pun seperti dia. Pada saat kita mendapatkan ayat Firman Tuhan yang berisi janji­janji berkat atau kata-kata yang menguatkan, kita segera "mengaminkannya" dengan mantap. Tapi sayangnya bila kata-kata dalam ayat itu kurang menyenangkan hati, kita seringkali mengabaikannya atau malahan menganggapnya tidak ditujukan untuk diri kita. Bila demikian sikap hati kita, bagaimana Tuhan bisa berbicara kepada kita dan bagaimana hidup kita bisa berkenan di hati-Nya?
Andaikan orang tua kita hanya bisa memuji segala perbuatan kita sejak kecil tanpa memberikan koreksi atau teguran bahkan hajaran untuk kesalahan kita, dapat
dipastikan kita akan tumbuh menjadi orang yang 'kurang ajar' dan amoral. Demikian jugalah yang akan terjadi bila kita tidak mau menerima nasihat atau
teguran keras dari Tuhan melalui Firman-Nya. Selama kita masih hidup di dunia ini kita masih memerlukan didikan dan tegoran Firman Tuhan agar kelak saat kita
bertatap muka dengan-Nya, hidup kita menjadi sempurna di mata-Nya.
Segala yang dilakukan Tuhan atas hidup kita adalah untuk kebaikan diri kita. Tuhan tidak mungkin rela membiarkan kita berjalan ke arah yang salah dan
akhirnya jatuh ke dalam lobang. Itulah sebabnya dengan segala cara Ia membentuk kita untuk mentaati Firman-Nya. Oleh karena itu bila Anda menerima tegoran dari Tuhan melalui orang lain, ayat-ayat Firman Tuhan, atau keadaan yang menyesakkan dalam hidup kita, segeralah tanggapi tegoran itu dengan sebuah pertobatan.