Rabu, 10 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..

Renungan Harian Kristen - 10 Juli 2013

Keyakinan

Bacaan: Roma 8:31-39

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan ... - Roma 8:35


Saya salut dan acungi jempol untuk orang-orang yang memiliki keteguhan terhadap apa yang diyakini. Orang-orang seperti ini sesungguhnya sangat langka. Yang lebih sering terjadi adalah keyakinan seseorang begitu mudahnya berubah seiring dengan situasi yang berubah. Banyak orang yang dulunya aktif ke gereja, namun di saat kekristenan mengalami tekanan maka orang-orang ini pun dengan mudah meninggalkan Tuhan dengan alasan kita harus pintar-pintar membaca situasi dan kondisi. Beberapa orang begitu menyala-nyala di dalam Kristus, tapi giliran ia mengalami masa-masa sulit, maka keyakinannya mulai goyah.
Saya acungi jempol untuk Socrates yang hidup pada tahun 399 SM - 329 SM. Ia harus menerima hukuman mati karena mempertahankan pendapatnya.
Saya acungi jempol untuk Aristoteles yang bersikukuh dengan pendapatnya, meski oleh karena itu ia meninggal di pembuangan karena didakwa oleh penguasa sebagai tindakan yang kurang ajar terhadap dewa.
Saya acungi jempol untuk Galileo yang tetap bersikukuh dengan pendapatnya bahwa bumi mengitari matahari dan tak mau meralatnya, meski untuk hal itu ia harus dijatuhi hukuman mati.
Saya acungi jempol untuk tiga anak muda, Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang menatap dapur api tanpa gentar demi mempertahankan keyakinannya akan Allah Israel.
Saya acungi jempol untuk Daniel yang tetap berdoa seperti biasanya, meski itu berarti ia harus berhadapan dengan singa-singa lapar. Keyakinan yang sungguh teguh.
Saya acungi dua jempol untuk Yesus yang tetap konsisten dan teguh sehingga meminum cawan penderitaan itu dengan keberanian.
Seberapa besar kokoh keyakinan kita di dalam Kristus? Jika kita memiliki keyakinan yang kuat di dalam Kristus, maka tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang sanggup menggoyahkan atau mengubah keyakinan kita. Iman kita tetap konsisten di saat kekristenan mengalami tekanan. Keyakinan kita akan Kristus tetap kokoh saat hal-hal buruk terjadi. Kesetiaan kita tidak pernah bisa dilunturkan hanya oleh masalah dan pergumulan-pergumulan hidup yang menimpa kita. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengubah keyakinan kita di dalam Kristus!
Tuliskanlah komitmen dan keyakinan Anda di dalam Kristus di sebuah kertas. Kelak tulisan ini akan memberikan kekuatan kepada Anda di masa-masa sulit.

Selasa, 09 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..



Renungan Harian Kristen - 09 Juli 2013

Mati Keenakan

Bacaan: Ulangan 8:11-20

Jangan engkau melupakan Tuhan, Allahmu ...- Ulangan 8:11


Dunia periklanan tambah marak. Itu sebabnya mereka saling berlomba untuk membuat iklan yang sangat menarik. Salah satu iklan yang cukup menarik adalah produk makanan ringan yang punya slogan “Bisa mati keenakan.” Saya pun tertarik untuk berpikir masa sih keenakan bisa membuat kita jadi mati? Kita sudah terbiasa berpikir bahwa penderitaan, bencana, masalah bisa membuat kita mati, tapi kalau keadaan yang enak? Rasanya kita tidak mungkin mati karena situasi yang menyenangkan.
Jujur saja, begitu banyak orang Kristen yang sudah jadi korban. Bukankah banyak dari antara kita yang sangat setia kepada Tuhan saat masih menapak masa-masa sulit? Masih ingatkah bahwa kita selalu berdoa dan melakukan puasa tiada henti untuk kesembuhan anak kita? Masih ingatkah begitu getolnya kita beribadah kepada Tuhan di saat usaha kita diancam kebangkrutan? Masalah, pergumulan dan tekanan hidup justru “memaksa” kehausan kita akan hal-hal rohani.
Tapi sekarang setelah situasi berubah, kesetiaan kita pun ikut berubah. Kita berada dalam zona yang sungguh-sungguh nyaman. Usaha kita sangat diberkati bahkan memiliki kemajuan yang sangat pesat. Keluarga kita baik-baik saja dan tak ada masalah yang berarti. Situasi yang benar-benar aman, nyaman dan sangat enak. Justru di saat seperti inilah kita mulai mundur dari Tuhan. Kita memakai alasan bisnis yang sangat maju menuntut waktu kita lebih banyak lagi. Kita mulai tidak aktif di gereja dengan alasan untuk memberi lebih banyak waktu kepada anak kita. Capek, letih, sibuk, dan bosan menjadi dalih untuk membenarkan tindakan kita. Hanya, menurut saya ini cukup aneh. Mengapa dulu saat kita masih memasuki masa-masa sulit kita selalu ada waktu untuk Tuhan, namun sekarang saat semuanya sudah berjalan dengan baik kita justru punya alasan untuk meninggalkan Tuhan. Itulah keadaan yang saya sebut sebagai mati keenakan!
Belajar dari sejarah gereja kita juga tahu bahwa saat kekristenan mengalami aniaya justru kekristenan berkembang luar biasa, namun saat kekristenan dalam keadaan enak justru terjadi penyimpangan-penyimpangan. Itulah bahaya keadaan yang enak, kalau kita tidak hati-hati kita justru bisa mati keenakan. Pastikan kita tidak berubah dalam kondisi seperti apapun juga.
Anda suka melihat film? Ada beberapa film bagus yang Anda bisa lihat untuk memperjelas renungan hari ini, seperti film Voice of Martyr atau film Martin Luther.

Senin, 08 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..



Renungan Harian Kristen - 08 Juli 2013

Proses Penurunan

Bacaan: Keluaran 2:1-22

Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian. - Keluaran 2:15


Bagaimana perasaan Anda ketika harus mengalami proses penurunan? Anda masih ingat bagaimana rasanya mengendarai mobil buatan Jerman dengan wangi parfum yang khas, namun sekarang harus merasakan panas dan pengapnya bergelantungan di bis yang sesak dengan penumpang. Anda masih ingat beberapa tahun silam saat tiba waktunya untuk makan, kata-kata ritual yang sering Anda ucapkan adalah kita ingin makan apa? Namun sekarang Anda harus mengganti kata-kata itu menjadi, adakah yang kita makan? Dulu bos sekarang jadi karyawan. Dulu konglomerat, sekarang melarat. Dulu sangat ditakuti, sekarang tak lagi dianggap. Kebangkrutan telah merebut hidup kita. Itulah proses penurunan.
Seperti ketika seorang pemuda Ibrani yang begitu beruntung bisa tinggal di istana Mesir, hidup dalam kemewahan dan sangat dihormati, namun sekarang harus lari ke padang untuk menghabiskan 40 tahun sebagai gembala sederhana! Namanya Musa.
Seperti ketika seorang remaja yang kemarin masih pamer baju mahal yang diberikan sang ayah, tapi sekarang harus melepas baju bermerk itu dan ia sendiri dijual sebagai budak oleh saudara-saudaranya sendiri. Namanya Yusuf.
Seperti ketika seorang pahlawan yang dihormati dan menerima banyak pujian dari rakyat, karena mengalahkan raksasa musuh. Tapi sekarang ia sedang jadi buron pemerintah dan harus berpura-pura tidak waras. Namanya Daud.
Proses penurunan ada kalanya Tuhan ijinkan, tapi itu bukan berarti kisah mereka selesai sampai di situ. Tuhan belum selesai, buktinya dari padang Midian muncul seorang pemimpin yang berhasil membawa Israel keluar dari perbudakan. Tuhan belum selesai, dari jeruji penjara muncul seorang penafsir mimpi yang akhirnya menjadi penguasa muda di Mesir. Tuhan belum selesai, tak selamanya pahlawan itu menjadi buron. Kesempatan itu akhirnya datang dan menghantarkannya menjadi raja atas Israel.
Jika hari-hari ini Anda merasa berat untuk menjalani hidup karena Tuhan sedang mengijinkan proses penurunan terjadi dalam hidup Anda, jangan pernah berkata sudah selesai! Tuhan belum selesai. Di balik semuanya itu, Tuhan punya rencana yang besar atas hidup Anda. Pertahankan iman dan milikilah pengharapan di dalam Kristus bahwa yang terbaik akan segera datang untuk menghampiri Anda.
Bacalah biografi yang berliku-liku dari Daud.

Sabtu, 06 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..

Renungan Harian Kristen - 06 Juli 2013

Nilai Kita

Bacaan: Zakharia 2:6-13

Sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mataNya... - Zakharia 2:8


Apa yang membuat barang biasa bisa menjadi begitu mahal? Salah satu faktor penyebabnya adalah karena barang tersebut pernah dipakai oleh seorang terkenal. Misalnya saja apa yang baru-baru ini terjadi di Roma. Mobil bekas Volkswagen Golf warna abu-abu metalik yang tahun pembuatannya 1999 bisa laku 1,3 juta dollar AS atau sekitar 12,5 miliar rupiah! Apakah mobil ini benar-benar memiliki kualitas yang sedemikian bagus sampai harganya membumbung tinggi, tentu saja tidak. Mobil ini mahal karena dulu pernah dipakai Joseph Ratzinger, Paus yang baru saja diangkat ini. Demikian juga sebuah jaket biasa bisa berharga ratusan juta karena konon pernah dipakai Elvis Presley dalam salah satu aksi panggungnya.
Merenung sebentar membuat saya bertanya-tanya, seberapa besar nilai manusia itu? Alkitab mencatat bahwa manusia itu seperti uap yang datang dan pergi dengan cepat. Alkitab juga menulis bahwa manusia itu seperti bunga yang pagi hari tampak sedemikian segar namun tak lama sesudah itu menjadi layu dan kering. Bahkan Yesaya 41:14 menggambarkan manusia itu seperti cacing dan ulat. Pada fase ini manusia memiliki nilai yang sedemikian rendah. Namun pada sisi yang lain Alkitab mencatat bahwa kita ini seperti biji mataNya sendiri. Pada fase ini manusia memiliki nilai yang sedemikian mahal. Mengapa ini bisa terjadi?
Sebagaimana mobil VW biasa itu bisa menjadi mahal karena pernah dipakai oleh Joseph Ratzinger atau sebuah jaket kumal bisa menjadi bernilai karena pernah dikenakan oleh Elvis Presley, demikian juga kehidupan kita bisa menjadi mahal dan bernilai karena ada Kristus di dalam diri kita! Kita bernilai bukan karena pada dasarnya kita memiliki nilai. Kita bernilai karena Kristus hidup di dalam hidup kita! Tanpa Kristus maka hidup kita tak lebih dari uap, bunga yang cepat layu, cacing atau ulat yang tak ada harganya, namun karena Kristus maka kita sekarang menjadi biji mata Allah!
Alangkah naifnya jika kita menyombongkan diri karena merasa menjadi sosok berharga dan seolah-olah menganggap itu karena hasil jerih payah dan usaha kita. Justru hal ini harusnya membuat kita semakin rendah hati dan bersyukur kepada Tuhan, sebab tanpa Tuhan hidup kita akan sia-sia dan tanpa nilai. Bagaimana dengan cara Anda menilai diri?
Amatilah diri di cermin, lalu cobalah temukan apa yang membuat Anda berharga. Anda harus tiba pada kesimpulan bahwa hal yang membuat Anda berharga karena Kristus diam dalam diri Anda.

Rabu, 03 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..

Renungan Harian Kristen - 03 Juli 2013

Jalan Pintas

Bacaan: I Timotius 6:9-10

Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat ...- I Timotius 6:9


Di luar Solo, mungkin berita ini tak pernah di dengar, tapi sebagai wong Solo, tentu saja saya tahu kasus penipuan dan penggelapan uang investor yang dilakukan oleh CV Medical. CV Medical berani menawarkan tingkat keuntungan antara 6 hingga 10% persen per bulan dari investasi yang ditanam! Tak heran bila dalam waktu relatif singkat sudah terkumpul 10.285 investor dengan dana ratusan miliar rupiah! Cerita akhirnya sudah bisa ditebak, para investor ditipu mentah-mentah dan mereka yang telah menanamkan uang jutaan sampai miliaran rupiah hanya gigit jari. Inginnya untung tapi dapatnya buntung!
Saya melihat kasus ini dan menyimpulkannya dalam satu kalimat ingin kaya tanpa bekerja, sungguh inilah yang disebut mental jalan pintas! Tergiur dengan keuntungan besar tanpa harus bekerja maka mereka ramai-ramai menanamkan modalnya. Kasus ini punya indikasi bahwa rakyat kita sedang sakit sehingga begitu mudah tergiur dengan uang banyak yang didapatkan dalam waktu singkat tanpa harus susah payah. Logika pun tak berjalan lagi, bukankah dalam ekonomi ada prinsip risk and return artinya untuk mendapatkan untung besar kira harus mengambil resiko besar. Jadi, kalau CV Medical menawarkan untung besar dengan resiko kecil, harusnya logika kita segera menolak karena ini tak lebih dari praktik money game.
Mental jalan pintas ini harus dikikis habis. Ini yang membuat rakyat kita ingin kaya tanpa bekerja. Ingin cepat kaya dalam sekejap mata, maka praktik-praktik memalukan pun dilakukan. Pejabat pemerintah tak malu-malu lagi melakukan korupsi. Ini yang membuat bangsa kita menjadi bodoh, karena tak perlu belajar tapi mendapatkan ijazah dan gelar. Ini yang membuat beberapa orang menghalalkan cara demi tujuannya tercapai. Ini yang membuat banyak orang Kristen mengorbankan integritasnya demi sedikit keuntungan yang bisa diraih.
Jalan pintas tak ada di kamusnya Tuhan. Tuhan tak pernah menawarkan sesuatu yang langsung besar, sebaliknya Ia berkata agar kita setia dengan perkara kecil supaya mendapatkan perkara yang lebih besar. Bukankah Musa tak langsung menjadi pemimpin Israel, tapi harus menjadi pemimpin segerombolan domba di padang Midian lebih dulu. Yusuf harus setia dulu menjadi budak baru kemudian menjadi penguasa muda di Mesir. Jadi mental jalan pintas tentu tak Alkitabiah.
Putuskan untuk berhenti dari semua praktik jalan pintas.

Selasa, 02 Juli 2013

Renungan harian kristen, Hari ini .. ..

Renungan Harian Kristen - 02 Juli 2013

Seorang Oscar

Bacaan: II Korintus 4:7-15

Kami habis akal, namun tidak putus asa... - II Korintus 4:8


Cukup mengejutkan melihat kenyataan bahwa penyandang autis kian lama kian banyak saja. Satu dari 150 anak yang baru lahir ditengarai sebagai penyandang autis! Sebagaimana kita tahu bahwa penyandang autis adalah orang yang hidup dalam dunianya sendiri, bersifat kekanak-kanakan, tidak mempedulikan dunia di sekitarnya dan keadaan emosi yang tidak bisa bertumbuh.
Dalam Bulan Autis Internasional pada April lalu ada hal yang cukup mengejutkan saya. Seorang penyandang autis, Oscar Yura Dompas menulis dan meluncurkan buku berjudul Autistic Journey! Harus diakui bahwa ini adalah pencapaian luar biasa bagi seorang penyandang autis, apalagi buku ini ditulis dalam bahasa Inggris! Saya tahu persis betapa menulis buku bukan hal yang mudah, apalagi jika dilakukan oleh seorang penyandang autis. Satu hal lagi yang membuktikan bahwa semangat yang tak kenal menyerah akan mengatasi segala halangan, rintangan dan masalah sebesar apapun juga!
Kadangkala kita harus malu dengan mereka yang memiliki keterbatasan-keterbatasan namun tetap memiliki semangat juang yang tinggi untuk mencapai yang terbaik. Jawaban bagi pertanyaan mengapa kita tidak pernah mencapai yang terbaik dalam hidup kita adalah karena kita tidak cukup memiliki semangat yang tinggi. Sebaliknya, kita begitu mudah menyerah kalah, menjadi putus asa, kehilangan asa dan pengharapan saat berhadapan dengan kesulitan-kesulitan.
Dalam hal apapun juga, kalau kita ingin sukses maka kita perlu semangat juang yang tinggi untuk meraih kesuksesan itu. Di samping itu, bukankah kita memiliki Tuhan yang hidup yang selalu memberi kekuatan kepada kita untuk cakap menanggung segala perkara. Jadi sungguh ironis sekaligus tragis jika melihat banyak orang Kristen terpuruk dalam kegagalan dan tak berani bangkit lagi, atau terkapar tak berdaya dalam kekalahan, memilih menjadi pecundang daripada menjadi pemenang. Sementara destiny kita di dalam Kristus adalah menjadi orang yang menang, bahkan lebih dari pemenang. Kesempatan ini saya hanya berujar agar pembaca Spirit yang tengah terpuruk dalam kegagalan berani bangkit kembali. Perjalanan kita belum selesai, yang terbaik masih menunggu di depan kita untuk diraih dan bersama Kristus pasti kita bisa menggapainya. Never give up!
Bangkit dari kegagalan, bangun dari keterpurukan dan wujudkan mimpi Anda dengan tindakan yang nyata pada hari ini.

Senin, 01 Juli 2013

Renungan Harian Kristen, Hari ini .. ..



Renungan Harian Kristen - 01 Juli 2013

Arus Konsumtif

Bacaan: Filipi 4:11-12

?Segala sesuatu diperbolehkan.? Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.- I Korintus 10:23


Konsumerisme makin mewabah! Arus konsumtif menjadi fenomena tersendiri di jaman ini. Iklan-iklan yang terpampang di sudut-sudut jalan atau yang dengan gencar selalu keluar di sela-sela tayangan teve membuat banyak orang tergoda untuk memilikinya. Parahnya, demi memuaskan keinginannya untuk mendapatkan barang yang dikehendaki mereka kadangkala tidak memiliki pertimbangan yang cukup sehat. Misalnya, demi mendapatkan barang yang dikehendaki, mereka mengambil uang yang sedianya digunakan untuk kebutuhan keluarga, hutang sana sini atau dengan gampang menggesekkan kartu kredit meski tak tahu bagaimana caranya kelak untuk membayar pembelian ini.
Lebih menyedihkan lagi kalau demi memuaskan keinginannya mendapatkan sebuah barang maka seseorang melakukan tindakan kriminal seperti mengutil atau mencuri. Sejujurnya, hal ini banyak terjadi di kota-kota besar yang terjebak dengan arus konsumtif. Seperti salah satu tajuk menarik yang berjudul Aku Mencuri Karena Ingin Trendi, tentang seorang pelajar yang mencuri t-shirt di pusat perbelanjaan demi tampil modis, trendi dan gaul.
Lalu bagaimana sikap kita sebagai orang Kristen terhadap arus konsumtif ini? Apakah ini berarti kita tidak boleh mengingini barang-barang yang kita inginkan? Apakah hobi berbelanja adalah tindakan yang sangat duniawi? Untuk menjawab hal ini ada beberapa prinsip yang perlu kita perhatikan.
Pertama, yang namanya kepuasan itu tidak ada habisnya. Saat barang yang kita ingini ada di tangan, maka pada saat itu kita merasa puas, namun itu bukan berarti setelah itu kita tidak mengingini apa-apa lagi. Kedua, mengutip perkataan Paulus bahwa segala sesuatu diperbolehkan, tapi belum tentu itu berguna. Saat kita ingin membelanjakan uang kita, alangkah bijaksananya kita kalau kita berpikir lebih dulu apakah barang yang kita beli ini berguna, atau semata-mata kita hanya memuaskan dorongan konsumtif saja? Ketiga, jangan sampai barang yang kita ingini menjadi bumerang atau menjadi jerat bagi diri kita sendiri. Hanya demi sebuah barang yang kita ingini maka kita berhutang lalu pada akhirnya menjadi kelabakan saat harus membayarnya, atau lebih parah lagi kalau kita mengutil di pusat perbelanjaan, ini sungguh memalukan! Jadi hati-hati dengan jebakan arus konsumtif!
Redam keinginan Anda untuk membeli barang-barang yang tidak begitu Anda perlukan. Kurangi frekuensi Anda pergi ke pusat-pusat perbelanjaan.